Tampilkan postingan dengan label me. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label me. Tampilkan semua postingan

Jumat, April 11, 2014

Pintaku....



Aku ingin kelak beberapa tahun lagi, dimana waktu itu adalah saat aku telah menjadi pendamping hidupmu, aku bisa menjadi pendamping terbaik bagimu dan tidak akan pernah kau lepaskan sampai akhir hayatmu karena semua apa yang ada pada diriku telah membuatmu jatuh cinta untuk selamanya.
Aku akan menjadi wanita yang bisa kau banggakan di hadapan orangtuamu, teman-temanmu, ataupun para pesaingmu. Wanita yang akan kau gandeng lalu kau kenalkan pada mereka sambil berkata, “Dialah istriku. Wanita hebatku setelah Ibu dan wanita terbaik bagi anak-anakku.”
Dan pada saat itu pula aku mampu tersenyum pada mereka, berdiri dengan anggun, elegant, smart dan keibuan seraya berkata pada mereka, “Benar. Dan pria ini adalah pria terbaikku setelah Papah. Pria yang akan menuntunku dan anak-anak kami pada arah yang benar dalam menggapai ridho Tuhan.”

Semoga saja….
Aamiin.

-W-

Senin, Maret 18, 2013

studying by blogging~

Wew, sekarang blog ini bakalan (sedikit) lebih eksis hihihi~
Why? Yap! Dosen Auditing II kelasku yaitu beliau Bapak Yanuar Restianto mengharuskan mahasiswanya untuk menggunakan blog sebagai media pembelajaran.
If we have some tasks about everything, we will post it into our blogs and in the same time, he will check by seeing our blogs one by one (maybe or by his asisstant). Hmm, it's sounds interesting and of course SO SIMPLE ! 

So, Happy Studying by Blogging (/ 'o')/ 




..... and I really hope get very best mark on this lecture. AMIN.



-W-

Selasa, Desember 18, 2012

Quote of Friday

" Berkomunikasi itu tak hanya sekedar menyampaikan ide dari sang pembicara, tetapi juga saling memahami apa isi dari ide tersebut dan mencoba memposisikan diri ketika menjadi si pembicara tersebut. Ketika telah memposisikan diri maka akan datang sebuah pengertian yang membuat komunikasi menjadi sejalan dan berada pada jalurnya  ... "

Selasa, November 27, 2012

"supporter"


di balik orang yang hebat terdapat pasangan yang jadi supporternya 


Ya, kalimat tersebut tiba-tiba saja menghinggap di telingaku. Pembicaraan malam ini yang begitu singkat tapi mmmmh ya cukup mengena, membuatku menuangkannya dalam tulisan ini.
Berawal dari pembicaraan yang ringan mengenai pasangan temanku yang begini begitu dan lain2. 

Dia berkata, “Beruntung punya pacar seperti pacarku saat ini”

“Kenapa?” jawabku singkat.

“Dia luar biasa. Dia malah mendorongku untuk menjadi seorang pimpinan di organisasi ini. Padahal, kalo aku lihat orang2 lain yang pacaran pasti jarang yang mendukung untuk jadi seorang pimpinan tertinggi dari organisasi. Ya pasti karena alasan bakalan sibuk inilah itulah sehingga ntar pasangannya itu ‘diduakan’ oleh organisasinya dan berujung aksi dicuekin. Parahnya bias berakhir putus. Hahaha,” tawanya mengakhiri kata2nya.

“Oh gitu mas,” jawabku supersingkat.

Deg!

“Ya intinya pacaran kan saling dukung. Pacaran ga saling dukung ya percuma. Misalnya pengen jadi pemimpin organisasi, ini kan niatan yang bagus. Harusnya pacar ya mendukung kaya pacarku hehehe. Bukannya malah menghalang-halangi. Lagian ini mendukung buat jadi yang lebih maju dan agar punya pengalaman lebih banyak kok malah dikekang. Ya lucu to ya,” katanya mengakhiri pembicaraan.

Errrr~

Aku bertanya pada diriku sendiri. Lantas, apakah ‘pasangan’ku sudah menjadi pasangan yang baik untukku saat ini?

-W-